Rabu, 13 Agustus 2014

Mengenal apa itu kamera DSLR

SLR adalah singkatan dari Single-Lens Reflex, atau terjemahan bahasa Indonesia brarti Kamera Refleksi Tunggal. SLR, yaitu kamera yang menggunakan sistem jajaran lensa jalur tunggal untuk melewatkan berkas cahaya menuju ke dua tempat, Focal Plane danViewfinder. Sistem tersebut-lah  yang memungkinkan fotografer untuk dapat melihat objek melalui kamera yang sama persis seperti hasil fotonya "what you see is what you get".

Hal ini berbeda dengan kamera non-SLR, dimana pandangan yang terlihat di viewfinder bisa jadi akan berbeda dengan apa yang ditangkap file, karena kamera jenis ini menggunakan jajaran lensa ganda, satu untuk melewatkan berkas cahaya ke viewfinder, dan jajaran lensa yang lain untuk melewatkan berkas cahaya ke Focal Plane

Kamera DSLR (Digital Single-Lens Reflex)

Pada prinsipnya, cara kerja kamera SLR dan DSLR adalah sama. Perbedaannya terletak pada teknologi digital. Pada kamera SLR masih menggunakan file sebagai media penangkap, sedangkan kamera DSLR menggunakan CCD dan CMOS.

Apa Saja Komponen pasa Kamera DSLR?

  • Pembidik (viewfinder)
  • Jendela bidik
  • Lensa
  • Tombol Rana (shutter)
  • Diafragma (bukaan pada lensa)

Tips Memulai Belajar Fotografi dengan Kamera DSLR


Dunia fotografi saat ini semakin digemari banyak orang. Mungkin Anda adalah salah satunya? Teknologi Digital SLR (DSLR) adalah salah satu faktor yang berperan penting dalam perkembangan dunia fotografi saat ini. Memiliki kamera DSLR tentunya merupakan impian untuk memulai hobi fotografi Anda. Mengenal kamera DSLR (Sekilas tentang Kamera DSLR) dan Bagaimana Memilih Kamera DSLR bisa jadi pilihan Anda sebelum memulai belajar fotografi lebih lanjut.

Berikut 7 tips sharing untuk memulai belajar fotografi
  1. Kenali Kamera - baca buku manual sebelum mengutak-atik kamera Anda. Saya akui kadang malas untuk membaca buku yang tebalnya bisa ratusan halaman, maunya sih langsung aja beraksi dengan kamera kita hehe... Nah dalam kasus ini hilangkan dulu rasa malas, karena membaca manual akan sangat bermanfaat.
  2. Gunakan Mode Manual - Mode auto pada kamera DSLR seringkali menjadi pilihan favorit karena mudah dan cepat, tapi sayangnya tidak memberikan kepuasan kreatifitas. Kelebihan utama kamera DSLR dibandingkan dengan kamera point and shoot adalah pada Mode Manual yang memungkinkan kita untuk berkreasi seluas-luasnya. 
  3. ISO, Aperture dan Shutter Speed - melanjutkan tips diatas untuk memulai dengan Mode Manual, perlu pemahaman ketiga elemen tersebut. Lebih jauh mengenai hal tersebut ada di pembahasan tentang Memahami konsep Exposure (segitiga exposure : ISO, Aperture dan Shutter Speed)
  4. Selalu Membawa Kamera - salah satu alasan mengapa sebagian orang banyak kehilangan momen penting adalah karena mereka tidak membawa kamera saat momen itu terjadi.
  5. Mulai dengan Lensa Kit - ini adalah lensa standar bawaan saat kita membeli kamera DSLR, lensa ini sangat layak untuk memulai belajar fotografi, karena itu jangan sampai karena keinginan untuk memiliki lensa tertentu menghambat Anda untuk segera memulai. Nah seiring dengan peningkatan kemampuan dan kebutuhan barulah mulai berfikir untuk menggunakan lensa yang lain, tentunya harus dengan bijak sesuai kebutuhan dan kocek tentunya :)
  6. Potret dan Potret lagi - jangan ragu untuk terus memotret, semakin sering memotret, kita akan semakin memahami karakter kamera kita dan tentunya juga hasil foto sesuai keinginan kita.

Teknik dasar dalam Android Fotografi

Rule of Thirds atau Aturan Sepertiga Bagian 
Aturan ini sederhana, membagi bidang foto/gambar menjadi sembilan kotak sama besar dan menempatkan titik fokus objek atau foreground, pada empat titik perpotongan atau sejajar garis, baik horisontal maupun vertikal. 

Menurut studi dan penelitian, saat orang memandang sebuah foto atau gambar, mata kita langsung tertuju pada titik persimpangan tersebut, dan bukan pada tengah bagian. Ini juga berlaku untuk gambar cakrawala. Jangan mengambil gambar dengan garis cakrawala tepat memotong foto menjadi dua bagian. Itu menyebabkan foto ‘mati’ atau flat. 

Membingkai foto
Tips komposisi ke dua adalah bingkai. Saya bukan berbicara soal figura, tapi batas foto. Foto yg menarik adalah foto yg memiliki batas atau dibingkai. Bingkai ini memberikan highlight ke POI. Caranya adalah gunakan objek-objek yang ada untuk memberi bingkai foto. Misalnya dahan pohon yg menyembul di pinggir foto, atau kisi-kisi pagar. Gunakan apa saja yg bisa ditemukan untuk menjadikan foto kita lebih menarik, termasuk sudut pengambilan. 

Angle of view
Ada enam sudut pemotretan. Apa saja ke enam sudut tsb? 
  • Eye level viewing; Ini sudut yang paling umum dipakai, sudut yang sejajar dengan mata pengamat. Biasanya diambil dengan posisi berdiri. Tidak menghasilkan efek apa-apa selain dari lensa kamera, 
  • Bird eye viewing; menempatkan objek berada di bawah kamera. Posisi ini cocok untuk ‘mengecilkan’ makna gambar. Biasanya digunakan untuk mengambil gambar landscape.
  • Low angle camera; sesuai dengan namanya, sudut ini diambil dengan posisi rendah. Sudut ini sebenarnya agak susah, namun kalau memiliki ‘sense’ yang tinggi sih bisa jadi bagus. Biasanya untuk menunjukan bagaimana seorang anak kecil memandang dunia nya. 
  • Frog eye viewing; sesuai dengan namanya, kita mengambil gambar sambil melompat-lompat, kita mengambil gambar pada level mata katak, sejajar dengan tanah dan tidak diarahkan ke atas. Posisi ini biasanya digunakan untuk mengambil gambar flora fdan fauna.  
  • Waist level viewing; sudut ini diambil sebatas pinggang orang dewasa. Arah kamera disesuaikan dengan arah mata. Biasanya untuk candid camera. Hasilnya spekulatif karena fotografer tidak melihat langsung ke view finder. 
  • High handheld position; menggunakan kedua tangan untuk mengangkat kamera tinggi-tinggi. Ini juga ada unsur spekulatifnya karena pemotret tidak melihat kameranya. Digunakan untuk menembus keramaian.
  • Speculative Narcissistic Position; mengarahkan kamera ke diri sendiri (atau bersama teman-teman, tapi HARUS ada diri sendiri). Angle yg cocok 45 derajat, tampak hanya satu sisi.

Tips Merawat Kamera HP Anda


1.jangan taruh dekat benda yang mengandung medan magnet
Jagalah kamera hp anda jangan sampai telalu dekat dengan TV dan berlebihan. Sebab merusak bagian-bagian kamera yang berhubungan langsung dengan medan magnet,

2.Membersihkan kamera hp anda.
alangkah baiknya jika kamera hp anda dibersihkan dan diperiksa setiap saat.
Untuk membersikan kamera hp menggunakan lap kering bersih dan tidak kasar. Sedangkan bagian dalamnya menggunakan alat pembersih saja.

3.Hindari dari goresan pada lensa kamera hp anda.
Untuk menghindari goresan pada lensa kamera hp anda, sebaiknya lensa menggunakan mika anti gores pada kamera anda.

4.Jangan terlalu keras terkena benturan 
Bila terlalu keras kena benturan maka komponen kamera akan meregang dan hasil gambar pada kamera hp itu akan berubah dari hasil sebelum terkena benturan

5.Selalu memperhatikan hp kamera anda.

TRIK MEMAKSIMALKAN KAMERA LOW-END


Kamera ponsel yang terintegrasi merupakan salah satu syarat yang diinginkan pembeli dalam memilih smartphone. Untuk smartphone Android,beberapa tipe memiliki kamera dengan kemampuan yang berbeda-beda, hal ini disesuaikan dengan harga smartphone tersebut. Untuk Anda yang memiliki smartphone Android berkamera low-end, Anda tidak perlu berkecil hati. Sebelum melangkah lanjut, perhatikan beberapa tips untuk kamera low end:


  • Baca terlebih dahulu kemampuan kamera ponsel Anda, bisa dengan lihat buku panduan, atau mencari review dari pabrikan ponsel.
  • Maksimalkan kualitas resolusi (piksel) kamera Anda.
  • Pastikan Ponsel Anda memiliki memory card yang cukup.
  • Jangan pernah menggunakan fasilitas zoom pada kamera ponsel, karena akan menurunkan kualitas gambar.
  • Jangan memotret objek yang jauh, bila perlu, dekati objek yang akan dipotret.
  • Jangan memaksakan memotret di tempat yang kurang pencahayaan.
  • Pahami angle, komposisi, cahaya yang ada di sekitar objek. (sudah saya jelaskan di atas)
  • Pelajari moment yang akan ditangkap dan direkam dengan kamera, sehingga menarik untuk ditampilkan.
  • Gunakan software pengolah foto (Photoshop, corel draw, etc) untuk memperbaiki intensitas cahaya, warna, dan komposisi yang mungkin tidak terjangkau oleh kamera ponsel Anda.